Setelah berurusan dengan bentol2 karena si ulat bulu, hari-hariku di penuhi kesibukan yang melellahkan. Kadang harus bolak-balik kampus tanpa hasil, untuk fotokopi, legalisir dan sebagainya. Berhubung urusan di kampus belum selesai, aku memutuskan untuk pulang ke Jakarta belakangan. Badanku remuk kecapekan. Tiket kereta kudapatkan dengan perjuangan, karena saat itu sedang liburan karena ada cuti bersama lebaran haji. Alhasil, antrean no 799 untuk mendapat karcis kudapatkan.
Jangan berharap dengan no antrean segitu bisa mendapatkan tiket sebelum lebaran haji, kenyataan itu sudah ku antisipasi. Tiket yang ku beli adalah tiket setelah lebaran, yang menurut perhitunganku masih banyak karena berada saat hari kerja.
Mungkin karena kupaksakan dan pola makanku tidak teratur, aku mulai terserang flu. Gejala kepala pusing, badan demam, batuk2, disertai pilek mulai menghampiri. Napsu makanku makin turun, nasi tidak bisa kutelan, melihatnya saja membuatku mual. Malam itu, badanku demam, aku memutuskan tidur dengan kepala di kompres, jauh lebih baik, tapi tidak mengurangi pegal2ku.
Lebaran haji atau Idul Adha tiba, biasanya aku bersiap2 untuk solat di masjid. Tetapi, aku memutuskan untuk tidak berangkat karena kepalaku pusing, daripada pingsan di jalan.
Andai aku tahu penyakit yang tidak kuduga2 sudah mendekatiku, pasti aku akan menjaga badanku.
Pagi ynag cerah, akuniat ke kampus untuk terakhir kalinya, tapi ada yang aneh dengan badanku. Dari perut hingga jari kakiku terasa seperti kesemutan, Kupikir itu semua karena aku memakai celana yang cukup ketat saat tidur.
Langkahku mulai terseok2, telapak kakiku seperti berjalan di atas kasur. Aneh…
Pulang dari kampus masih kusempatkan untuk membeli kado buat keponakanku. Diantara langkahku yang kian terasa berat, kudapatkan baju yang cantik untuk keponakanku yang akan berulang tahun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar