Yogyakarta, November 2009
Ternyata, mengurus wisuda merupakan hal yang menyusahkan setelah skripsi. Bolak-balik kampus rumah, bolak-balik fotokopi, ngeprint, online, dan masih banyak lagi seperti mengambil toga dan peralatannya, bahkan masih diharuskan berkumpul di dua tempat, yaitu kampus dan fakultas.
Itu masih di lingkungan kampus, urusan merias wajah alias salon, kebaya dan orang tua yang akan menyaksikan pehelatan akbar anak bungsunya pun membuat ribet. Bukan apa-apa, sebagai pendatang yang gak pernah ke salon buat merias wajah, mencari orang yang bisa dipercaya agar penampilan kinclong saat wisuda adalah hal yang harus diperhatikan. Bisa-bisa kayak ondel2 kalau salonnya tidak terjamin mutunya. Bukan maein tukan rias itu, untuk wisuda mereka sudah membuka pintu rumah mereka dari jam 4 pagi dan itu harus dengan janji seminggu sebelumnya. Penyebabnya adalah karena universitas yang terkenal itu memulai wisuda dari jam 6 pagi… wow…..
***
Ternyata, mengurus wisuda merupakan hal yang menyusahkan setelah skripsi. Bolak-balik kampus rumah, bolak-balik fotokopi, ngeprint, online, dan masih banyak lagi seperti mengambil toga dan peralatannya, bahkan masih diharuskan berkumpul di dua tempat, yaitu kampus dan fakultas.
Itu masih di lingkungan kampus, urusan merias wajah alias salon, kebaya dan orang tua yang akan menyaksikan pehelatan akbar anak bungsunya pun membuat ribet. Bukan apa-apa, sebagai pendatang yang gak pernah ke salon buat merias wajah, mencari orang yang bisa dipercaya agar penampilan kinclong saat wisuda adalah hal yang harus diperhatikan. Bisa-bisa kayak ondel2 kalau salonnya tidak terjamin mutunya. Bukan maein tukan rias itu, untuk wisuda mereka sudah membuka pintu rumah mereka dari jam 4 pagi dan itu harus dengan janji seminggu sebelumnya. Penyebabnya adalah karena universitas yang terkenal itu memulai wisuda dari jam 6 pagi… wow…..
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar