Kamis, 13 Januari 2011

Pernahkah kamu merasakan gatal yang amat sangat karena ulat bulu?
Aku pernah, dan herannya selalu aku yang menjadi korban kegatelan ulat bulu di saat aku berkelompok. Seperti kisah saat kuliah lapangan atau yang dikenal sebagai KKN, saat itu kelompok kami mendapat ujian tertulis, dan kami berkumpul di sebuah SD yang cukup bagus. Tapi, sayang sekali ada ulat bulu yang menggangguku, hanya bulu yang berterbangan itu yang membuatku gatel, ketemu ulatnya? Boro2.

Kisah kedua, sehabis pulang wisuda, ternyata di kamar yang bertaon2 ku tempati juga di tempati binatang2 aneh lainnya, macem lebah yang membuat sarang lebag di gorden, atau ulat bulu yang membaut kepompong. Andaikan itu ulat tidak membuat gatal aku dan ibuku, laen lagi ceritanya. Karena ternyata si ulat yang berubah menjadi kepompong dan keluar menjadi kupu2, tidak ketauan rimbanya, dan hanya meninggalkan sarang kepompong yang gatel itu. Korban paling paling parah adalah aku. Yang lain mengalami gatal2 sekunder. Hehehe
Ajaibnya, gatal 2 ulat bulu meninggalkan jejak yang tidak hilang sampai beberapa bulan lamanya.

Kalau dulu ku bilang aku tidak takut ataupun jijik dengan ulat bulu. Sekarang, aku tetap tidak takut, yang ada aku kapok dengan si mahkluk kecil nan gatal itu.
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar