1 Desember 2009
Kereta mulai bergerak meninggalkan stasiun, yang mungkin sudah berpuluh2 kali ku datangi. Di sebelahku duduk bapak2 separobaya yang asyik membaca Koran. Basa basi pun berlangsung singkat. Aku mencoba untuk tertidur.
Perjalanan sudah setengah jalan, batukku makin memburu. Aku merasa badanku terasa kaku, aku pun bernjak mencari kursi kosong agar bisa kakiku selonjoran, kebetulan orang yang duduk di depanku telah turun di stasiun sebelumnya. Ah, untuk berdiri dan melangkah kenapa sulit sekali ya?
Setelah puas selonjoran, aku balik ke bangkuku. Bapak2 yang duduk di sampingku bertanya apakah aku sedang sakit? Sepertinya dia khawatir sekali. Sampai2 di saat terakhir dia bertanya bagaimana aku menurunkan bawaanku yang banyak itu dan apakah ada yang menjemputku. Ku jawab dengan sopan, bahwa orang yang menjemputku sudah tiba di stsiun tujuan. Bapak itu berpesan, agar aku menjaga kesehatan dan segera ke dokter karena dia melihatku pucat.
***
